Desa Gejlig, Kec. Kajen, Kab. Pekalongan (6/8/23) - Mahasiswi KKN Universitas Diponegoro mengunjungi Dusun Cokrah, sebuah kawasan dusun yang damai, tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai tempat berkembangnya beragam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menciptakan produk-produk unik dan bernilai. Salah satu contohnya adalah produksi besek bambu yang telah dibuat oleh warga lokal. Untuk meningkatkan pemasaran dan menjangkau lebih banyak pelanggan, UMKM Besek Bambu Desa Gejlig telah mengadopsi strategi baru dengan memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram dan Facebook Marketplace.
Pada kunjungan kami ke Dusun Cokrah, salah satu dari beberapa dusun yang berada di Desa Gejlig, kami menyaksikan bagaimana pengusahaUMKM besek bambu membutuhi lapak lebih besar untuk usaha lokal mereka. Mereka menyadari potensi besar yang dimiliki oleh platform seperti Instagram dan Facebook Marketplace dalam memperkenalkan produk-produk mereka kepada pelanggan baru. Dengan fotografi yang menarik dan deskripsi yang informatif, mereka mengambil langkah pertama menuju dunia digital untuk memperluas jejak bisnis mereka.
Media sosial Instagram, dengan daya tarik visualnya, telah menjadi wadah yang sempurna untuk memamerkan desain besek bambu yang unik dan kreatif. Melalui foto-foto berkualitas tinggi, para pelaku UMKM mampu menggambarkan keindahan dan keaslian produk mereka. Kami mengajarkan bahwa mereka tidak hanya mengunggah gambar produk, tetapi juga berbagi saran di balik setiap karya yang akan dihasilkan, sehingga memberikan pelanggan potret yang lebih lengkap tentang proses pembuatan dan makna budaya yang terkait.
Selain Instagram, Facebook Marketplace juga telah menjadi platform yang efektif dalam mencapai pelanggan yang lebih lokal dan regional. Dengan adanya kategori produk yang sesuai, UMKM besek bambu dapat dengan mudah menampilkan produk-produk mereka dalam lingkungan yang dirancang khusus untuk transaksi jual beli. Beberapa pelaku UMKM berbagi pengalaman mereka dalam menggunakan Facebook Marketplace, yang telah membantu mereka menjangkau pembeli dari luar Desa Gejlig dan bahkan dari kota-kota terdekat.
Sesi sosialisasi dengan beberapa pemilik UMKM menunjukkan bahwa mereka telah mengakui sisi positif dari strategi pemasaran ini. Pemanfaatan media sosial memberikan mereka akses ke pelanggan yang lebih luas, menghasilkan pesanan yang lebih konsisten, dan bahkan membantu membangun jaringan kerja dengan UMKM lainnya di berbagai lokasi.
Di era digital ini, langkah yang diambil oleh UMKM Besek Bambu Desa Gejlig untuk meningkatkan pemasaran melalui media sosial adalah contoh bagaimana teknologi dapat memberikan peluang baru bagi UMKM untuk berkembang dan beradaptasi dengan perubahan tren konsumen. Melalui kombinasi kreativitas, keahlian tradisional, dan pemanfaatan teknologi, UMKM ini tidak hanya melestarikan usaha lokal, tetapi juga membuka pintu menuju pasar yang lebih luas, mengukir cerita sukses dalam dunia bisnis yang semakin terhubung.