Gejlig, (28/08) — Dalam era di mana informasi dapat menyebar dengan kecepatan kilat, ancaman dari berita palsu atau yang lebih dikenal sebagai "hoax" semakin nyata. Di Desa Gejlig pun sudah ada upaya serius untuk mengatasi masalah ini. Hal ini terlihat melalui kegiatan pengenalan hoax buster tools yang diselenggarakan oleh Kania Wijaya Budiyati, mahasiswa Ilmu Komunikasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2023 Universitas Diponegoro.
Kegiatan yang berjudul “Cerdas Berliterasi Digital Dengan Cek Fakta Sebelum Bicara” dilaksanakan di SMPN 2 Kajen pada hari Jumat 28 Juli 2023 dan dihadiri oleh 36 peserta yang berasal dari kelas VII, VIII, dan IX. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya hoax, serta memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengenali dan menghindari informasi palsu melalui aplikasi chatbot Whatsapp Kalimasada.
Dalam sesi pembuka, Kania menyoroti pengertian dasar mengenai literasi digital dan pentingnya berliterasi digital. Tidak hanya itu, ia pun turut menyoroti mengenai hoax. Mulai dari pengertian dan jenis, hingga dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh hoax, seperti memicu kepanikan, merusak reputasi individu atau lembaga, dan mengganggu stabilitas sosial. Dengan memberikan contoh yang konkret, ia menjelaskan bagaimana berita palsu sering kali datang dengan tanda-tanda yang dapat diidentifikasi dengan cermat, seperti sumber yang tidak jelas, judul yang sensasional, atau informasi yang terlalu provokatif.
Untuk itu, ia pun turut mengedukasi mengenai cara-cara mendeteksi hoax, termasuk langkah-langkah untuk memverifikasi informasi melalui chatbot Whatsapp Kalimasada dari Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia). Mafindo sendiri merupakan sebuah institusi legal yang berfokus untuk memberantas hoax.
Selain pemaparan materi, juga terdapat sesi diskusi terbuka dimana peserta dapat berbagi pengalaman dan pertanyaan mereka tentang masalah hoax. Di akhir kegiatan, peserta pun turut diberikan panduan praktis tentang bagaimana kita semua dapat berperan aktif dalam memerangi penyebaran berita palsu dalam bentuk booklet kreatif.
Sosialisasi tentang literasi digital dan hoax ini diharapkan akan memiliki dampak jangka panjang dalam membentuk perilaku masyarakat terkait konsumsi informasi. Dengan meningkatnya kesadaran tentang bahaya hoax dan kemampuan untuk memeriksanya, diharapkan akan ada penurunan dalam penyebaran berita palsu dan peningkatan dalam transparansi informasi.
"Wahh sangat bermanfaat sekali
"Semoga pemateri juga bisa meng implementasikan paparan nya juga, dan semoga masyarakat pendidikan dilevel menengah pertama yg masih rentan dgn informasi digital, bs ter-edukasi dan menjadi generasi yg lebih selektif thd berita² digital.